Categories
Uncategorized

Fakta Menarik tentang Jacaranda, Tanaman Mahal Menyejukkan Mata

Jcaranda atau dalam istilah latin disebut dengan mimosifolia merupakan tanaman asli Ameriska Selatan yang bentuknya seperti terompet. Bunganya berwarna ungu. Di Surabaya, pohon ditanam di jalan-jalan utama.

Hendri Setianto, Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau dan PJU Dinas Kebersihan dan Ruang Hijau (DKRTH), menjelaskan tanaman tersebut ditanam di Surabaya lima tahun lalu. Ide awalnya Bu Wali (Walikota Tri Rismaharini, Red) menginginkan tanaman yang unik dan langka dan tidak ada kota lain yang punya, ujarnya.

Fakta Menarik tentang Jacaranda, Tanaman Mahal Menyejukkan Mata

Hendri menuturkan, harga sebatang pohon Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Pohon-pohon ini ditanam di jalan kayu. Diantaranya di Jalan Sedap Malam, Jalan Gubeng, taman dan dekat rumah walikota.

Kota itu berubah menjadi biru

Pohon jacaranda berasal dari Amerika Selatan. Namun karena keindahan bunganya, pohon ini juga tersebar luas di daerah subtropis lainnya seperti Australia, Portugal, Italia dan Afrika Selatan. Oh ya, pohon ini juga memiliki daun yang indah. Maka tak heran jika banyak orang yang menanamnya berjajar di pinggir jalan. Lumayan bisa bikin jalanan teduh.

Meski mahal, warga Surabaya tak mau mencurinya. Padahal, ketika sudah ditanam, hanya ada lelucon yang menginginkannya. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi warga. Orang-orang sekarang merawat tanaman ini. Kalau ada yang mau mengambil, warga langsung memblokirnya, ujarnya.

Sugeng Agung Widodo, Camat Central Park, menambahkan jacaranda tidak ditanam dari bibit. Pohon yang ditanam berukuran besar. Tinggi minimal 2,5 meter. ” Bu Wali ingin tanaman segera ditanam agar warga bisa menikmatinya. Kalau 50 cm atau 1 meter nanti orang akan ditendang dan ditabrak kendaraan, ujarnya.

Jacaranda awalnya dibuat melalui proyek pengadaan publik, yang juga dikenal sebagai lelang. Pemerintah menginginkan tanaman yang sudah besar. Selain itu, ada kriteria lain. Misalnya tinggi dan warna. Kami beli jacaranda dari Malang, ujarnya.

Bagaimana pengobatannya? Kuncinya ada di irigasi dan pemupukan, ujarnya. Penyiraman dilakukan minimal satu kali dalam sehari. Namun, agar tetap terjaga dan fit, DKRTH menyiramnya dua hingga tiga kali sehari. ” Kami akan menyiraminya di pagi hari. Kemudian pada sore atau malam hari, tergantung lokasinya. Bisa disiram pada sore hari. Ada juga yang sampai larut malam, kata Sugeng.

Sedangkan untuk pemupukan, aturannya dipupuk setiap sepuluh hari sekali. Namun, pihak terkait melakukan pemupukan setiap lima hari sekali untuk mengantisipasi hal tersebut. Pupuk disemprot. Beberapa ditaburkan. Selain itu, pengolahan lahan membutuhkan perhatian. Misalnya, seberapa dalam membuat lubang agar akarnya kuat. Kami menggali hingga satu kaki lagi, jelasnya.

Jacaranda tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga menyerap polusi. Oleh karena itu tidak mengherankan jika tanaman ini diperbanyak setiap tahun. Sugeng mengungkapkan terdapat lebih dari 100 pohon di Surabaya. Tujuannya untuk melindungi paru-paru kota dan kualitas udara di Surabaya.

Sugeng kerap mendapat pertanyaan dari warga. Apalagi saat Surabaya sempat viral beberapa waktu lalu gara-gara tabebuya. Warga juga menduga tanaman jacaranda itu tabebuya. Bunga tabebuya dikenal menyerupai sakura dan memiliki warna yang lebih bervariasi. Ada yang berwarna pink, kuning, ungu, merah dan lainnya. Bunga Jacaranda sekarang berwarna ungu. Dari segi harga, Jacaranda memang lebih mahal.

Sugeng berpesan kepada masyarakat untuk melindungi semua tanaman. Bukan hanya jacaranda. ” Meski (tanaman) milik pemerintah, tapi mbok dibantu menyiram sedikit saat berada di depan petak warga. Kami juga akan membantu warga jika sudah siap, jelasnya.

Saat ini jacaranda sedang mekar. Salah satunya di Jalan Sedap Malam atau di Balai Kota Surabaya. Kemarin (31/8) jacaranda mekar di sana. Meski tidak setebal Tabebuya, pemandangannya bisa memanjakan mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *